Konjungsi Temporal Tidak Sederajat  

Konjungsi Temporal disebut pula kata sambung waktu. Hal tersebut dikarenakan konjungsi temporal berfungsi untuk menyambungkan antara kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa maupun paragraf dengan paragraf. Dimana keduanya memiliki keterangan waktu yang dapat dijabarkan hubungan dari keduanya dengan keterangan waktu. Karena tiap kalimat tidak selalu memiliki kesetaraan, maka terdapat pula 2 jenis konjungsi temporal. Salha satunya adalah konjungsi temporal subordinatif.

Konjungsi temporal subordinatif sering juga disebut konjungsi temporal tidak setara. Hal tersebut karena dalam konjungsi temporal jenis ini. kalimat atau kata yang akan digabungkan tidak memiliki kesetaraan. Hal tersebut dapat di uji dengan cara menghilangkan kata konjungsi yang ada. Kemudian akan dapat dilihat bahwa kedua kata tersebut tidak akan bisa berdiri sendiri setelah kehilangan kata konjungsi.

Contoh paling sederhana adalah kalimat “adik dibelikan sepeda apabila dia mendapat nilai ujian 90” .Dalam kalimat konjungsi tidak setara tersebut terdiri dari 2 kalimat, yaitu “adik dibelikan sepeda” dan “dia mendapat nilai 90” yang dihubungkan dengan kata konjugasi “apabila”. Jika kita menghilangkan kata “apabila”, maka kedua kata tersebut tidak akan dapt dijelaskan kaitannya dan tidak bisa berdiri sendiri, karena tidak memiliki keterangan penjabaran yang jelas.

Contoh kata penghubung kalimat tidak setara

Kata penghubung kalimat yang tidak setara tentunya akan berbeda dengan kata penghubung kalimat yang setara. Beberapa kata hubung yang dapt digunakan untuk kalimat tidak setara antara lain: bila, apabila, bilamana, hingga, demi, sambil, ketika, sebelum, sejak, sedari, semenjak, selama, seraya, sementara, tatkala.

Kata konjugasi tersebut dapat digunakan untuk menghubungkan 2 kalimat atau frasa yang tidak setara.konjungsi yang mempunya kedudukan bertingkat atau tidak sederajat biasanya digunakan pada kalimat majemuk yang dapat diletakkan di sembarang pola kalimat. Baik awal, tengah maupun akhir kalimat.

Contoh lain dari kalimat konjungsi tidak setara adalah “ayah mendengarkan radio sambil meminum kopi” atau “ demi biaya pengobatan ibunya, Adi rela menjual sepeda motornya” serta “ Ali berlari hingga ia sampai di rumah”